Pengaruh
pH terhadap Kerja Enzim Katalase
A. Tujuan : Mengetahui pengaruh pH terhadap kerja enzim katalase
B. Rumusan Masalah : Apakah pH mempengaruhi kerja enzim katalase?
C. Hipotesa :
a. H0 : pH tidak mempengaruhi kerja enzim katalase
b. HA : pH mempengaruhi kerja enzim katalase
D. Variabel
a. Variabel bebas : pH (NaOH + HCl)
b. Variabel kontrol : Jumlah hati, ukuran hati
c. Variabel terikat : Tinggi gelembung dan lamanya bara lidi
E. Alat dan Bahan
1. 3 Tabung reaksi 8. 3 potong hati (ukurannya sama)
2. 3 pipet 9. HCl
3. Rak tabung 10. NaOH
4. Gelas ukur 11. H2O2
5. Penggaris 12. 3 lidi
6. Stopwatch 13. Korek api
7. Pembakar Spirtus
F. Cara Kerja :
1. Menyiapkan alat dan bahan
2. Memberi label pada setiap tabung reaksi (A, B, C)
3. Memasukkan hati ke dalam tabung A, B dan C masing-masing 1 potong
4. Menambahkan 5 tetes HCl ke dalam tabung A dan mendiamkannya selama 5 menit
5. Menambahkan 2ml H2O2 ke dalam tabung C dan langsung menutupnya dengan ibu jari selama menit.
6. Memanskan lidi dan menyiapkan stopwatch
7. Sebelum tabung C dibuka, mengukur tinggi gelembung tertinggi dari permukaan munculnya gelembung dan mencatatnya
8. Membuka tabung C dan langsung memasukkan bara lidi sedikit demi sedikit mengikuti hilangnya gelembung tepi tidak sampai menyentuh gelembung sambil menyalakan stopwatch
9. Mencatat lamanya waktu mulai dari masuknya bara lidi hingga bara tersebut mati
10. Memasukkan data yang diperoleh ke dalam tabel pengamatan
11. Memasukkan 5 tetes NaOH ke dalam tabung B dan mendiamkannya selama 5 menit
12. Menerapkan cara kerja nomor 5 sampai 10 pada tabung A
13. Menerapkan cara kerja nomor 5 sampai 10 pada tabung B
2. Memberi label pada setiap tabung reaksi (A, B, C)
3. Memasukkan hati ke dalam tabung A, B dan C masing-masing 1 potong
4. Menambahkan 5 tetes HCl ke dalam tabung A dan mendiamkannya selama 5 menit
5. Menambahkan 2ml H2O2 ke dalam tabung C dan langsung menutupnya dengan ibu jari selama menit.
6. Memanskan lidi dan menyiapkan stopwatch
7. Sebelum tabung C dibuka, mengukur tinggi gelembung tertinggi dari permukaan munculnya gelembung dan mencatatnya
8. Membuka tabung C dan langsung memasukkan bara lidi sedikit demi sedikit mengikuti hilangnya gelembung tepi tidak sampai menyentuh gelembung sambil menyalakan stopwatch
9. Mencatat lamanya waktu mulai dari masuknya bara lidi hingga bara tersebut mati
10. Memasukkan data yang diperoleh ke dalam tabel pengamatan
11. Memasukkan 5 tetes NaOH ke dalam tabung B dan mendiamkannya selama 5 menit
12. Menerapkan cara kerja nomor 5 sampai 10 pada tabung A
13. Menerapkan cara kerja nomor 5 sampai 10 pada tabung B
G. Hasil :
Tabel Pengamatan
|
No
|
Tabung
|
Gelembung (cm)
|
Bara lidi (detik)
|
Ket.
|
|
1.
|
A (Hati + HCl + H2O2)
|
6
|
30
|
|
|
2.
|
B ( Hati + NaOH + H2O2)
|
5
|
28
|
|
|
3.
|
C (Hati + H2O2)
|
10
|
50
|
|
H. Analisa Data :
1. Pada tabung A tinggi gelembung yang dihasilkan
sekitar 6 cm, munculnya gelembung terjadi sesuai reaksi H2O2
à H2O
+ O2. Baralidi yagn dimasukkan menyala selama 30 detik, jauh lebih
cepat dari pada tabung C karena O2 yang dihasilkan juga lebih
sedikit. Penambahan HCl menyebabkan suasana hati menjadi asam dan enzim tidak
bisa bekerja optimal karena susana asam menyebabkan sisi aktif enzim berubah
sehingga hanya sedikit substrat yang bisa diikat.
2. Pada tabung B tinggi gelembung yang dihasilkan sekitar 5 cm, munculnya gelembung terjadi sesuai reaksi penguraian H2O2 à H2O + O2. Bara lidi yang dimasukkan menyala selama 28 detik, jauh lebih cepat dari pada tabung C karena oksigen yang dihasilkan juga lebih sedikit. Penambahan NaOH meyebabkan suasana hati menjadi basa dan enzim tidak bisa bekerja optimal. Dibandingkan dengan tabung A, tabung B lebih sedikit menguraikan H2O2 karena pada suasana basa, sisi aktif enzim lebih banyak berubah dari pada saat suasana asam.
3. Pada tabung C tinggi gelembung yang dihasilkan mencapai 10 cm, munculnya gelembung diakibatkan terurainya H2O2 menjadi H2 dan O2. Bara lidi pada tabung C menyala paling lama yaitu 50 detik. Hali ini disebabkan karena enzim katalase bekerja optimal pada pH netral sehingga H2O2 terurai sempurna.
2. Pada tabung B tinggi gelembung yang dihasilkan sekitar 5 cm, munculnya gelembung terjadi sesuai reaksi penguraian H2O2 à H2O + O2. Bara lidi yang dimasukkan menyala selama 28 detik, jauh lebih cepat dari pada tabung C karena oksigen yang dihasilkan juga lebih sedikit. Penambahan NaOH meyebabkan suasana hati menjadi basa dan enzim tidak bisa bekerja optimal. Dibandingkan dengan tabung A, tabung B lebih sedikit menguraikan H2O2 karena pada suasana basa, sisi aktif enzim lebih banyak berubah dari pada saat suasana asam.
3. Pada tabung C tinggi gelembung yang dihasilkan mencapai 10 cm, munculnya gelembung diakibatkan terurainya H2O2 menjadi H2 dan O2. Bara lidi pada tabung C menyala paling lama yaitu 50 detik. Hali ini disebabkan karena enzim katalase bekerja optimal pada pH netral sehingga H2O2 terurai sempurna.
I. Kesimpulan
pH memengaruhi kerja enzim katalase